Kompasnewsinvestigasi. Id~BANYUASIN – Kegelapan menyelimuti pemukiman warga di Desa Tebing Abang dan sebagian wilayah Rantau Bayur sejak Kamis (03/07/2026) malam hingga Jumat (04/07/2026) siang. Pemadaman listrik yang berlangsung selama satu hari satu malam ini memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat yang mengandalkan aliran listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Pendi, seorang warga Dusun 4 Desa Tebing Abang, menyampaikan keluhannya kepada awak media pada Jumat (04/07/2026). Menurutnya, ketiadaan listrik dalam durasi yang cukup lama sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas warga, terutama di tengah cuaca yang terik.
“Sudah satu hari satu malam kami hidup tanpa listrik. Ini sangat menyiksa, apalagi siang hari panas sekali. Kami bingung harus menghubungi siapa karena tidak ada informasi jelas kapan listrik akan nyala kembali,” keluh Pendi dengan nada kesal.
Selain ketidaknyamanan akibat hawa panas, mati listrik juga berdampak pada aktivitas ekonomi rumah tangga dan potensi kerusakan pada peralatan elektronik warga. Banyak warga yang terpaksa menggunakan genset pribadi dengan biaya bahan bakar yang mahal, atau sekadar berteduh dan menunggu tanpa kepastian.
Warga menduga adanya gangguan teknis pada jaringan distribusi utama atau trafo di wilayah tersebut. Namun, minimnya komunikasi dari pihak PT PLN (Persero) mengenai penyebab pasti dan estimasi waktu perbaikan menambah kekesalan masyarakat.
“Kami hanya minta pelayanan yang baik. Kalau ada gangguan, beri tahu alasannya dan kapan perbaikannya. Jangan diam saja membuat warga resah,” tambah Pendi mewakili suara warga lainnya.
Hal senada di sampaikan oleh warga lainya ao pak PLN sudah sehari semalam dak idup seluruh barang yang ade di dalam kulkas busuk Gale ini sangat merugikan kami, tutupnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman massal di Desa Tebing Abang dan Rantau Bayur. Masyarakat berharap petugas segera turun tangan untuk memulihkan aliran listrik dan meningkatkan kualitas layanan serta komunikasi kepada pelanggan.
(Tim Redaksi)











