Tokoh Masyarakat Muara Enim Sentil Pemerintah Soal Air Mancur Mangkrak: “Jangan Cuma Bangun, Tapi Gak Dirawat”

MUARA ENIM, Kompasnewsinvestigasi.id – Air mancur yang menjadi salah satu ikon Kota Muara Enim kembali menuai sorotan.

Setelah sempat beroperasi dan mempercantik kota, kini kondisinya kembali memprihatinkan karena tak berfungsi.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini membuat Tokoh Masyarakat Muara Enim, Jennairah, melayangkan kritikan pedas kepada pemerintah daerah. Selasa (30/09/2025).

“Ini air mancur kenapa mangkrak lagi Dulu katanya mau jadi kebanggaan, tapi kok sekarang dibiarkan terbengkalai? Apa gunanya bangun kalau ujung-ujungnya tidak dirawat” ujar Jennairah dengan nada geram.

Jennairah menilai pemerintah daerah kurang serius dalam memelihara fasilitas publik. Ia mempertanyakan perencanaan dan pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait.

“Jangan cuma bisa bangun, tapi gak dipikirkan bagaimana perawatannya. Ini kan uang rakyat juga yang dipakai. Kalau dibiarkan rusak begini, kan sayang.

Dinas terkait harusnya punya sense of belonging, jangan cuma lepas tanggung jawab,” tegasnya.

Jennairah juga menyoroti kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran perawatan fasilitas publik.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk lebih terbuka kepada masyarakat terkait anggaran yang dialokasikan untuk perawatan air mancur dan fasilitas publik lainnya, seperti taman yang banyak terbengkalai.

“Masyarakat berhak tahu berapa anggaran yang dialokasikan untuk perawatan air mancur ini.

Jangan sampai ada indikasi korupsi atau penyimpangan anggaran. Pemerintah harus transparan dan akuntabel,” tandasnya.

Jennairah berharap kritikan ini dapat menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam memelihara fasilitas publik.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan fasilitas publik yang terbengkalai.

 

Penulis Ketua Publikasi PD IWO Muara Enim

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *