Kompasnewsinvestigasi.id~PALI – Awan duka menyelimuti Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, pada Sabtu (25/7/2026). Ratusan warga, kerabat, sahabat, hingga pejabat daerah berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh masyarakat dan abdi negara yang disegani, Nang Ali Solihin.
Suasana khidmat terasa begitu kental meski upacara pemakaman berlangsung di bawah terik matahari siang hari. Pasukan kehormatan dari Satpol PP Kabupaten Muara Enim yang dipimpin Dedi Suryanto turut mengawal prosesi dengan sikap tegap, menambah kesan hormat terhadap almarhum yang dikenal memiliki integritas tinggi selama masa pengabdiannya.
Upacara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim bersama mantan Bupati PALI periode 2013–2025, Heri Amalindo. Dalam sambutannya mewakili keluarga besar, Heri menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Bagi Heri, Nang Ali Solihin bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok inspiratif yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan daerah.
“Kita kehilangan putra terbaik,” ujar Heri dengan suara lirih namun penuh makna. Ia berharap semangat pengabdian, kejujuran, dan keteladanan almarhum dapat menjadi obor penerang bagi generasi muda, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menjalankan tugas mulia membangun bangsa.
Hadir dalam prosesi tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, anggota DPRD PALI Amran SH dan Suarno SE, mantan Ketua DPRD PALI Asri Ag SH, serta Iskandar Anwar SE dari Presidium Pemekaran Kabupaten PALI. Dari jajaran Pemkab PALI tampak hadir Supawi Bakir ST, Ida Maryati SP, dan Camat Tanah Abang Dadang Afriandy.
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, juga turut berbagi kenangan manis. Baginya, Nang Ali Solihin adalah lebih dari sekadar senior; ia adalah guru dan panutan.
“Sejak masih duduk di bangku kuliah hingga saya meniti karier di dunia politik, beliau selalu ada. Banyak nasihat bijak dan pengalaman hidup yang beliau bagikan tanpa pamrih. Beliau sosok yang sederhana, rendah hati, dan selalu memotivasi,” ungkap Firdaus dengan mata berkaca-kaca.
Kepergian Nang Ali Solihin meninggalkan lubang besar di hati masyarakat PALI. Sosoknya yang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, bijaksana, dan konsisten dalam pengabdian, akan terus dikenang sebagai teladan nyata bagi siapa saja yang mengenalnya.
Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir, diiringi doa-doa tulus dari seluruh pelayat yang berharap agar amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.
(Tim Redaksi )











