Kompasnewsinvestigasi. Id~Palembang – Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penyelesaian AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan) Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang bertempat di Ballroom Novotel Palembang, Rabu (06/05).
Kehadiran Wabup Netta menunjukkan peran aktif Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mengawal percepatan proyek strategis nasional. Pemkab Banyuasin berupaya memastikan seluruh kendala di lapangan, segera mendapatkan solusi terbaik bagi semua pihak.
Wabup Netta menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak akan membiarkan proses pembangunan terhambat, mengingat urgensi jalan tol bagi mobilisasi masyarakat terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Yakinlah Bapak-bapak yang hadir di sini, kami Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus berupaya untuk memediasi dan juga untuk pihak BPN, pihak HK untuk terus dicarikan solusi yang terbaik dan secepatnya. Jangan kita terus berlarut-larut.” Jelasnya
Wabup Netta menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendukung penuh proyek strategis nasional ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama agar hambatan di lapangan segera teratasi. Lebih lanjut dirinya juga berharap agar pembangunan jalan tol dapat selesai lebih cepat.
“Ini juga sudah saya atensikan setiap saya hadir di setiap rapat, pun dengan Pak Menko juga disampaikan masalah Tol Palembang-Betung. Semoga ke depannya tiga bulan dari sini tol sudah selesai” Ujar Netta
Rakor yang dipimpin Kasubdit Intelijen Kejaksaan Agung Imran Yusuf S.H.,M.H bertujuan memastikan bahwa target operasional yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu, sekaligus mencari solusi konkret atas kendala teknis maupun sosial yang menghambat laju konstruksi di lapangan. Adapun ruas area yang dibahas pada rakor kali ini adalah ruas seksi satu, dua dan tiga.
Dalam rapat evaluasi tersebut, beberapa agenda utama yang dibahas meliputi, Identifikasi kendala lahan dengan melakukan audit terhadap titik-titik pembebasan lahan yang masih terkendala proses administrasi maupun sanggahan warga.
Merumuskan langkah preventif terhadap gangguan keamanan di sekitar area proyek dan penyesuaian teknis terhadap kondisi geografis yang menantang. Serta Memperkuat koordinasi antara kontraktor pelaksana dan Pemerintah Daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Pemerintah optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat sisa pengerjaan konstruksi dapat dipacu sehingga manfaat Jalan Tol Trans Sumatera dapat segera dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat dalam waktu dekat.
Turut hadir dalam rapat Asisten 1 Aminuddin, S.I.P S.Pd MM,. Kabag Tapem dan Kerjasama Fujianto, S.I.P., M.Si, Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin Drs. Moren Naibaho, M.Si.,Kepala Dinas TPH Sarip, S.P., M.M,.
(Red)











