kompasnewsinvestigasi.id~oki~minggu~20/6/26/Gelapnya malam masih menjadi keseharian bagi sebagian besar warga Desa sungai Ketupak, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Hingga kini, desa tersebut belum sepenuhnya teraliri listrik jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebuah kondisi yang dinilai memprihatinkan di tengah perkembangan infrastruktur di wilayah Sumatera Selatan lainnya.
Suyono, salah satu tokoh masyarakat dan perwakilan warga Desa Ketupak, menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambannya realisasi penyambungan listrik. Menurutnya, proses administratif dari pihak warga sebenarnya sudah dilakukan dengan sangat baik dan proaktif.
“Kami sudah mengajukan proposal resmi permohonan sambungan listrik ke pihak terkait. Tidak hanya sekali, kami juga sudah berkali-kali melakukan koordinasi,” ujar,suyono saat ditemui awak media
Yang lebih mengecewakan bagi warga, menurut suyono, adalah fakta bahwa pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kayuagung telah beberapa kali datang ke lokasi untuk melakukan survei teknis. Namun, pasca-survei tersebut, tidak ada kejelasan lanjutan atau realisasi pemasangan tiang dan jaringan listrik hingga saat ini.
“Sudah berapa kali tim PLN Kayuagung datang survei? Kami catat semuanya. Tapi setelah survei, seolah-olah masuk lubang hitam. Tidak ada kabar, tidak ada pemasangan. Warga bertanya-tanya, apa lagi yang kurang?” keluh Imran.
Ketidakadaan akses listrik ini tentu berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Anak-anak kesulitan belajar di malam hari, sementara usaha kecil menengah (UKM) di desa terhambat karena ketergantungan pada genset pribadi yang biaya operasionalnya tinggi.
Warga Desa sungai Ketupak mendesak agar PLN UP3 Kayuagung dan Pemerintah Kabupaten OKI segera memberikan tanggapan tegas dan jadwal pasti kapan listrik akan menyala. Mereka berharap adanya transparansi mengenai kendala teknis atau anggaran yang menyebabkan penundaan berkepanjangan ini.
“Hak kami sebagai warga negara untuk menikmati energi listrik. Kami hanya meminta kepastian, bukan janji manis lagi,” tegas suyono mewakili ratusan kepala keluarga di Desa sungai Ketupak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UP3 Kayuagung dan pemerintah belum memberikan keterangan resmi terkait status proyek elektrifikasi di Desa sungai Ketupak, Kecamatan Cengal.
Dan warga berharap pemerintah kabupaten ogan komering ilir(oki) lebih jeli terhadap penderitaan masyarakat yang belum teraliri listrik
(Tim Redaksi)











