Dari Mumpe Limbau ke Desa Kepur: Transformasi Sebuah Peradaban Lokal

Oleh: Ketua Publikasi PD IWO Muara Enim

Muara Enim, – Desa Kepur, yang terletak di jantung Kecamatan Muara Enim, bukan sekadar sebuah entitas geografis. Ia adalah mozaik sejarah yang kaya dan penuh warna, mencerminkan perjalanan panjang masyarakatnya dari masa lampau hingga era modern.

Indra Gunawan Putra, seorang putra daerah yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pelestarian warisan lokal dan menjabat sebagai Sekjen PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Muara Enim, telah merangkum perjalanan panjang desa ini.

Karya tulis ini mengupas sejarah singkat Desa Kepur, mulai dari era legenda hingga dinamika zaman modern.

Awal Mula: Ketika Puyang Menjadi Penjaga

Kisah Desa Kepur dimulai jauh sebelum hiruk pikuk zaman sekarang, ketika para kepuyang atau leluhur menjadi pilar utama kehidupan masyarakat. Nama-nama seperti Puyang H.

Muhammad Daud (dengan gelar Temenggung), Puyang Ario Suro (Kumbang Sakti), Puyang Begedi, serta Puyang Alim Dewa dan Alim Guna, bukan sekadar deretan kata.

Mereka adalah simbol kearifan dan kekuatan yang membimbing generasi awal Desa Kepur.

“Para puyang ini adalah fondasi dari identitas Desa Kepur. Mereka bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi kami,” ujar Indra Gunawan dengan nada penuh hormat, sembari mengenang kisah-kisah heroik para leluhur.

Era Heroik: Pembukaan Lahan dan Peperangan Dahsyat

Sekitar tahun 1600 Masehi, seorang tokoh pemberani muncul dan membuka lahan di hutan belantara yang dikenal sebagai Mumpe Limbau.

Di bawah kepemimpinan Raja Kuasa Muhammad Daud (Temenggung), wilayah ini mulai berkembang. Kehadiran Raja Kuasa Ario Suro, yang dijuluki Kumbang Sakti, membawa angin segar bagi kemajuan desa.

Namun, sejarah Desa Kepur juga diwarnai dengan konflik. Peperangan antara Raja Kuasa Putri Kumbang Badan dari Palembang dengan Hulubalang Puyang Temenggung, Ario Suro, menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi desa ini.

“Peperangan itu bukan hanya sekadar pertempuran fisik, tetapi juga ujian terhadap nilai-nilai dan semangat juang masyarakat Desa Kepur,” jelas Indra.

Transformasi Dusun dan Geografi yang Membentuk

Setelah melewati masa-masa sulit dan meraih kemakmuran, Mumpe Limbau bertransformasi menjadi Dusun Kepur.

Pada era Susuhunan Palembang (sekitar tahun 1700-an), dusun ini dipimpin oleh seorang Kerio.

Struktur pemerintahan yang unik ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengatur masyarakat.

Secara geografis, Dusun Kepur memiliki batas-batas yang jelas, yaitu : Sebelah selatan: Dusun Muara Enim, Sebelah utara Tanjung Raman, Sebelah timur: Gunung Megang dan Karang Raja, Sebelah barat: Muara Gula dan Gedung Agung.

“Geografi ini bukan hanya sekadar peta, tetapi juga memengaruhi cara hidup dan interaksi masyarakat Desa Kepur dengan dunia luar,” kata Indra.

Desa Kepur di Era Modern: Sawit dan Harapan Baru

Perubahan besar terjadi pada tahun 1979, ketika Dusun Kepur resmi menjadi Desa. Era baru dimulai pada tahun 1988, ketika perkebunan kelapa sawit mulai dibuka. Langkah ini membawa dampak signifikan terhadap perekonomian dan sosial Desa Kepur.

“Pembukaan perkebunan sawit membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Kepur. Namun, kami juga harus bijak dalam mengelola sumber daya ini agar tetap lestari dan memberikan manfaat jangka panjang,” tutur Indra dengan nada optimis.

Kepemimpinan Desa: Dari Krio hingga Kepala Desa

Sejarah kepemimpinan Desa Kepur juga merupakan bagian penting dari identitas desa ini.

Dimulai dari era Krio hingga Kepala Desa modern, setiap pemimpin memiliki peran dan kontribusi masing-masing dalam membangun Desa Kepur. Berikut adalah daftar para pemimpin terdahulu:

Pemerintahan Krio/Kepala Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim (1900-2018)

No. Tahun Nama Keterangan
1 Rie Bungkuk Krio
2 Saura Krio
3 Majintar Krio
4 Bekame Krio
5 Ysanan Krio
6 1945-1946 Zubir. A Pejabat Krio
7 1946-1947 Ciknang Pejabat Krio
8 1948-1960 Hamza Krio
9 Syehanan Krio
10 Syehunang Krio
11 Dungsri Krio
12 Ahmad Airi Krio
13 1977-1988 Ahmad Subi Krio + Kades
14 1988-1990 Sulhayat Pjs Kades
15 1991-1997 A. Raspudin Kades
16 1998-1999 Mulyadi Pjs Kades
17 1999-2007 Anuar Kades
18 2007-2012 Herwanudin Kades
19 2013-2018 Sumard. MS Kades
20 1972-1986 Burhalim Juru Tulis
21 1986-1992 Sulhayat Sekretaris Desa
22 1992 Mulyadi Ekretaris Desa
23 H. Saini Ketip
24 H. Soleh Ketip
25 Iskandar Ketip
26 1977-2000 A. Syukri Ketip + P3N
27 2001-2008 Husinawi P3N
28 2008- Arsali P3N

29 2019 Hingga Sekarang Kepala Desa Kepur Hasminudin.

“Setiap pemimpin memiliki tantangan dan visinya sendiri. Kami menghargai semua kontribusi yang telah diberikan untuk kemajuan Desa Kepur,” ujar Indra.

Pesan untuk Generasi Muda

Dengan merangkum sejarah Desa Kepur, Indra Gunawan Putra berharap agar generasi muda dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan leluhur.

“Sejarah adalah cermin masa lalu dan kompas masa depan. Dengan memahami sejarah, kita dapat membangun Desa Kepur yang lebih baik,” pungkas Indra dengan semangat membara.

Karya tulis ini disusun berdasarkan riset mendalam dan wawancara dengan Indra Gunawan Putra, Sekjen PD IWO Muara Enim, sebagai wujud kecintaannya terhadap Desa Kepur dan komitmennya terhadap pelestarian sejarah lokal.

Tentang Penulis

Ketua Publikasi PD IWO Muara Enim adalah seorang jurnalis dan penulis yang memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu lokal dan pelestarian sejarah.

Melalui karya-karyanya, penulis berupaya mengangkat potensi daerah dan menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Catatan Dalam penulisan Mungkin banyak kekurangan-kekurangan Informasi yang di dapat penulis jika ada saran dan kritik dan keselalahan Penulisan nama dan gelar mohon dukungan koreksi
salam Pewarta Sumsel

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *