Kompasnewsinvestigasi.Id~Palembang~senin (08 september2025) – Puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Sumatera Selatan berencana menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan pada 9 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA).
Aksi ini bertujuan mendesak Kejati Sumsel untuk segera memproses dan menindaklanjuti secara profesional seluruh laporan dugaan tindak pidana korupsi yang telah disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Supriyadi, membenarkan rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa berbagai organisasi akan bersatu dalam aksi damai ini untuk menyampaikan tuntutan mereka.
“Kami akan turun bersama berbagai organisasi untuk mendesak Kejati Sumsel agar bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam penanganan setiap kasus korupsi. Masyarakat memiliki hak untuk tahu sejauh mana laporan mereka ditindaklanjuti,” ujar Supriyadi.
Menurutnya, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambatnya proses penanganan sejumlah pengaduan terkait dugaan korupsi yang dinilai belum berjalan sesuai harapan publik.
“Mengingat begitu banyaknya pengaduan dari berbagai elemen yang belum berjalan sesuai harapan, kami meminta adanya evaluasi kinerja internal. Jika memang ada ketidakmampuan, kami mendesak agar Kejati dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk penyegaran atau mundur dari jabatan,” tegasnya, menekankan bahwa desakan mundur adalah bagian dari kritik publik yang dijamin oleh UU.
Aksi ini direncanakan akan berlangsung tertib, mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Para peserta berkomitmen untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak mengganggu fasilitas publik.
Aktivis ’98, Ramogers SH. ,secara terpisah turut menyuarakan dukungannya. Ia berharap momen Hari Antikorupsi Sedunia ini menjadi pengingat bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelesaikan kasus-kasus yang tertunda.
“Para APH jangan takut, rakyat selalu bersama Anda. Siapapun, kasus apapun, di manapun, hukum harus tetap ditegakkan, meskipun kasus-kasus tersebut melibatkan para petinggi dan pejabat Sumsel,” tegas Ramogers.(red)










