Banyuasin, Kompasnewsinvestigasi.id – Pangkalan Balai, 20 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat kedua sebagai Lumbung Pangan Nasional.
Pencapaian ini didukung oleh produksi padi yang masif, mencapai 1.163.416 ton Gabah Kering Giling (GKG), mengungguli Kabupaten Karawang dan hanya berada di bawah Kabupaten Indramayu.
Keberhasilan ini tidak lepas dari luas panen yang signifikan, menempatkan Banyuasin sebagai daerah dengan luas panen terbesar di Indonesia, yakni 228.183 hektar. Angka ini melampaui Indramayu (197.335 ha) dan Bone (180.696 ha), berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Sektor pertanian di Banyuasin memiliki Luas Baku Sawah (LBS) seluas 189.345 ha, yang terdiri dari sawah pasang surut (164.410 ha) dan sawah lebak (23.737 ha). Dengan luas tambah tanam mencapai 232.979 ha, produksi beras yang dihasilkan mencapai 647.974 ton.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin, Sarip, SP., MM, menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah secara konsisten melaksanakan program intensifikasi lahan, termasuk optimalisasi lahan rawa seluas 11.700 ha pada tahun 2024 dan menargetkan 23.538 ha pada tahun 2025.
Sinergi kuat antara Pemkab Banyuasin, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, dan Kementerian Pertanian terus ditingkatkan untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan. “Kami juga selalu mendapatkan fasilitas bantuan sarana produksi berupa benih unggul, dolomit, dan pestisida,” ujar Bupati Askolani.
Dalam waktu dekat, Pemkab Banyuasin bersama Brigade Pangan dan Kelompok Tani akan melaksanakan percepatan tanam pada bulan September ini. Tim Luas Tambah Tanam (LTT) kabupaten dan Kementerian Pertanian juga akan rutin memantau dan mengevaluasi laporan tambah tanam serta memonitoring bantuan pemerintah untuk memastikan percepatan panen dan pencatatan di tahun 2025.
Selain padi, Banyuasin juga aktif mengembangkan komoditas jagung pakan dan ubi kayu (singkong) sebagai upaya diversifikasi pangan.
Petani didorong untuk menanam jagung di Kecamatan Tanjung Lago dan Muara Sugihan, serta memanfaatkan pematang sawah atau tanggul irigasi untuk menanam ubi kayu.
Konsistensi Pemkab Banyuasin dalam mendukung lumbung pangan nasional juga terlihat dari serapan gabah oleh Bulog yang mencapai 109.339 ton/GKG dan serapan beras 19.680 ton/GKG hingga minggu pertama September, dengan total setara beras 78.047 ton. Hampir 50% dari total penugasan serapan Bulog di Sumatera Selatan yang sebesar 166.000 ton beras berasal dari Kabupaten Banyuasin.
Para petani Banyuasin juga aktif menjalin kerja sama dengan penggilingan besar seperti PT. Buyung Putra Sembada dan PT. Wilmar untuk penjualan gabah secara kolektif, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional.










