Kompasnewsinvestigasi. Id~BANYUASIN – Tercatat sudah satu tahun, pasangan kepala daerah Kabupaten Banyuasin, Dr H Askolani, SH, MH dan Netta Indian , Sp mengabdi untuk Kabupaten Banyuasin.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini setidaknya memberikan gebrakan nyata untuk mengharumkan nama Bumi Sedulang Setudung.
Salah satu yang mentereng, keberhasilan Banyuasin menasbihkan diri sebagai daerah produsen gabah kering giling peringkat satu nasional.
Keberhasilan ini bahkan diakui sendiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya bangga dengan Kabupaten Banyuasin,” ujar Prabowo memberikan apresiasi tinggi untuk kepemimpinan Askolani-Netta Indian.
Masalah pangan, Banyuasin memang berjaya. Bukan hanya itu, dunia pendidikan pun tak luput dari perhatian Pemkab Banyuasin.
Dimana, Pemkab Banyuasin memberikan bantuan pendidikan untuk 1000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Bukan beasiswa, bentukannya bantuan biaya pendidian, nominalnya satu juta rupiah per tahun untuk 1000 mahasiwa Banyuasin,” ujar Askolani.
Bagaimana bidang kesehatan, untuk diketahui jika cakupan pelayanan BPJS sudah mencapai 98 persen.
Artinya, manfaat yang dijamin BPJS sudah hampir menyeluruh digunakan oleh masyarakat Bumi Sedulang Setudung.
Bahkan, Banyuasin mendapatkan penghargaan UHC Awards 2026 ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar.
“Alhamdulillah, Banyuasin telah 98% memiliki BPJS dan ditanggung oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banyuasin secara keseluruhan kesehatannya ditanggung oleh pemerintah,” tukas Askolani.(it)










