Kompasnewsinvestigasi.Id~PALEMBANG, 10 Mei 2026 – Ikon kebanggaan Kota Palembang, Jembatan Ampera, berubah total wajahnya pagi ini. Jalur yang biasanya selalu dipadati kendaraan dan deru mesin, seketika beralih menjadi lautan manusia yang membanjiri sepanjang bentangan jembatan tersebut. Ribuan warga dan wisatawan memenuhi setiap ruas jalan, menjadikan momen ini pemandangan paling meriah dan istimewa di kawasan pusat kota.
Kepadatan luar biasa ini terjadi berlangsung saat pelaksanaan uji coba ketiga program Car Free Day (CFD) yang digelar Pemerintah Kota Palembang, mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB. Sejak pintu akses ditutup total bagi kendaraan bermotor, warga berdatangan berbondong-bondong, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia, memanfaatkan ruang bebas kendaraan ini untuk berolahraga, jalan santai, bersepeda, senam bersama, hingga sekadar berburu foto indah dengan latar Sungai Musi dan jembatan ikonik tersebut.
Suasana yang tadinya bising oleh suara klakson dan knalpot, kini berganti dengan riuh tawa, sapaan akrab, dan semangat kebersamaan. Jembatan Ampera seolah “disulap” menjadi ruang publik raksasa milik seluruh masyarakat. Tak hanya warga Palembang, banyak juga pengunjung yang datang dari luar daerah seperti Pagar Alam, Musi Rawas Utara, hingga dari luar pulau, sengaja datang untuk merasakan momen langka ini.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang turun langsung meninjau lokasi, tampak gembira melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. “Luar biasa sekali, ternyata antusiasme warga sangat tinggi, bahkan dari luar kota pun datang. Ini bukti Ampera benar-benar milik rakyat,” ujarnya. Ia juga berencana menjadikan kegiatan ini agenda rutin mingguan, mengingat respon positif yang sangat besar dari masyarakat.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Meski sangat padat, suasana tetap kondusif, damai, dan penuh keakraban. Bagi warga, momen ini bukan sekadar olahraga, tapi momen menyatukan kembali rasa cinta terhadap kota sendiri dan menikmati keindahan ikon bersejarah tanpa gangguan polusi dan kendaraan.
“Biasanya cuma lewat naik motor, sekarang bisa jalan santai di tengah jembatan, lihat pemandangan sepuasnya. Rasanya beda sekali, sangat indah dan senang,” ungkap salah satu warga yang hadir.
Kini, Jembatan Ampera bukan lagi sekadar penghubung antar dua wilayah, melainkan telah berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat rekreasi, dan simbol persatuan masyarakat Palembang. Fenomena ini membuktikan bahwa ikon kota ini tetap hidup, dicintai, dan selalu menjadi pusat perhatian setiap warga Sumatera Selatan.(red)











