Kompasnewsinvestigasi. Id~BANYUASIN –11/4/26~ Kondisi lalu lintas di Jalan Lintas Palembang–Tanjung Api-Api (TAA) saat ini sangat memprihatinkan dan mengalami kemacetan total yang sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Antrean kendaraan terlihat mengular panjang hingga mencapai Simpang Bandara SMB II Palembang, membuat ribuan pengguna jalan terjebak dan frustrasi.
Kemacetan ekstrem ini dipicu oleh adanya proyek perbaikan jalan di ruas TAA-Gasing yang belum tuntas pengerjaannya. Meskipun jalan sudah dicor sebagian, namun pengaturan lalu lintas dinilai sangat buruk dan tidak adanya petugas yang mengatur arus kendaraan di titik penyempitan jalan.
Akibatnya, banyak pengendara yang tidak sabar dan nekat melawan arus demi mencari jalan keluar. Aksi serobot ini justru membuat arus lalu lintas terkunci mati di kedua arah, sehingga tidak ada kendaraan yang bisa bergerak maju maupun mundur.
Selain menyebabkan kerugian waktu dan biaya, kemacetan ini juga sudah memakan korban. Baru-baru ini, seorang ibu-ibu pengendara motor mengalami kecelakaan dan menderita luka parah hingga kaki putus akibat kondisi jalan yang licin dan berbahaya di tengah kemacetan tersebut.
Warga dan pengguna jalan pun mulai bersuara keras, menuntut tanggung jawab dari pihak terkait. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.
“Kami sudah tidak tahan lagi. Setiap hari macet parah, jalan rusak, dan tidak ada yang mengatur. Kami mohon kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemprov Sumsel agar segera memperhatikan nasib kami di sini. Tolong selesaikan perbaikan jalan ini dan atur lalu lintas dengan baik agar tidak terus terjadi kemacetan dan kecelakaan,” ujar salah satu warga yang terjebak kemacetan.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu kepastian kapan perbaikan jalan ini akan selesai dan kapan solusi permanen akan diterapkan agar akses jalan utama ini kembali lancar dan aman digunakan.
(Red)










