Lahat, Kompasnewsinvestigasi.id – Sebuah era baru transportasi dan lingkungan di Kabupaten Lahat dan Muara Enim dimulai dengan peresmian jalan khusus angkutan batu bara oleh Gubernur Sumatra Selatan, H. Herman Deru, S.H., M.M. Proyek yang diinisiasi oleh PT Levi Bersaudara Abadi (LBA) ini berlokasi strategis di Desa Cempaka Wangi, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, menjanjikan solusi jangka panjang terhadap masalah kemacetan, polusi, dan keselamatan yang selama ini menghantui wilayah tersebut.
Peresmian berlangsung pada Jumat (13/02) dan turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Muara Enim, Bahri, didampingi oleh anggota PD IWO Muara Enim, Johartono dan Dodi.
Kehadiran PD IWO Muara Enim menunjukkan komitmen organisasi dalam mengawal pembangunan daerah dan memberikan informasi yang akurat serta berimbang kepada masyarakat.
Acara peresmian juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, termasuk Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., Dandim 0405/Lahat, Kapolres Lahat, Danramil 405-02/Merapi, serta perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forkopimcam.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Jalan sepanjang 26,4 kilometer dengan lebar 30 meter ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol perubahan.
Gubernur Herman Deru dalam sambutannya menekankan bahwa proyek ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini merasakan dampak negatif dari lalu lintas truk batu bara yang padat.
“Kita tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Lahat dan Muara Enim,” ujarnya.
Pengurangan Kemacetan: Dengan dialihkannya angkutan batu bara ke jalan khusus, kemacetan di jalan umum akan berkurang secara signifikan, mempermudah mobilitas warga dan mempercepat aktivitas ekonomi.
Penurunan Polusi Udara: Jalan khusus ini dirancang untuk meminimalkan debu dan polusi yang dihasilkan oleh truk batu bara, sehingga udara di sekitar pemukiman menjadi lebih bersih dan sehat.
Peningkatan Keselamatan: Risiko kecelakaan akibat truk batu bara yang melintas di jalan umum akan berkurang, menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna jalan lainnya.
Dampak Ekonomi Positif: Investasi ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kapolres Lahat menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung proyek ini dengan menjaga keamanan dan ketertiban selama proses operasional jalan khusus.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa jalan ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” katanya.
Dengan diresmikannya jalan khusus angkutan batu bara ini, masyarakat Lahat dan Muara Enim dapat menatap masa depan yang lebih cerah.
Sebuah masa depan di mana pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup.
PD IWO Muara Enim akan terus mengawal dan memberitakan perkembangan positif ini kepada masyarakat luas.
Tim Liputan: Bahri (Ketua PD IWO Muara Enim), Johartono, Dodi











