Muara Enim, Kompasnewsinvestigasi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Muara Enim. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 30 Oktober ini, menandai komitmen kedua belah pihak untuk menjadikan program pembinaan kemandirian sebagai prioritas utama.
Kepala Lapas Muara Enim, Auliya Zulfahmi, menyampaikan bahwa koordinasi ini adalah langkah strategis untuk menyelaraskan program pembinaan dengan kebutuhan pasar. “Kami ingin WBP memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing setelah bebas nanti,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa poin penting, termasuk identifikasi kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan permintaan industri lokal. Disperindag akan memberikan pendampingan teknis untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh WBP, serta membantu mempromosikan dan memasarkan hasil karya mereka. Selain itu, juga dijajaki potensi kerja sama antara Lapas dengan industri lokal.
Kepala Disperindag Kabupaten Muara Enim menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungannya penuh terhadap program pembinaan kemandirian WBP. “Kami siap memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran agar WBP dapat meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan WBP Lapas Muara Enim dapat memiliki bekal keterampilan yang memadai, produk yang berkualitas, dan akses pasar yang luas, sehingga mereka dapat menjadi individu yang mandiri, produktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas dari Lapas.










