Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, PGK Banyuasin Desak Pemkab Liburkan Sekolah dan Bagikan Masker Gratis

Kompasnewsinvestigasi. Id`BANYUASIN – Seiring dengan makin tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Banyuasin, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Banyuasin mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah darurat. Organisasi ini menyerukan agar aktivitas sekolah diliburkan atau dialihkan ke sistem daring (online), serta mendistribusikan bantuan kesehatan berupa masker dan vitamin secara gratis kepada masyarakat terdampak.

Seruan ini disampaikan oleh Panji, Ketua PGK Banyuasin, sebagai respons atas penurunan kualitas udara yang berpotensi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Keselamatan nyawa dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segalanya. Kami tidak ingin melihat generasi penerus Banyuasin menjadi korban kelalaian. Pendidikan itu penting, namun memaksa anak-anak belajar tatap muka di tengah udara beracun adalah tindakan yang berisiko tinggi,” tegas Panji dalam pernyataannya, Selasa (15/09/2026).

Lima Tuntutan Konkret untuk Pemda

PGK Banyuasin mengajukan lima rekomendasi strategis yang mendesak untuk diimplementasikan oleh Pemkab Banyuasin guna mitigasi dampak kesehatan dari krisis asap ini:

1. Distribusi Masker Gratis: Segera menyalurkan masker standar kesehatan (N95 atau medis) kepada warga, terutama di zona merah atau wilayah dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori tidak sehat hingga berbahaya.

2. Bantuan Vitamin dan Kesehatan: Menyediakan suplemen penambah daya tubuh serta layanan kesehatan khusus bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja luar ruangan.

3. Pendirian Posko Kesehatan: Meningkatkan surveilans kesehatan dengan membuka posko-posko pemeriksaan gratis di tingkat kecamatan dan desa untuk deteksi dini gejala ISPA.

4. Kebijakan Pembelajaran Darurat: Meliburkan sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di semua jenjang (SD, SMP, SMA) jika kualitas udara membahayakan, atau mengalihkannya sepenuhnya ke pembelajaran jarak jauh (PJJ/Daring).

5. Bantuan Kebutuhan Dasar: Memberikan dukungan logistik bagi warga yang terdampak langsung oleh asap sehingga kesulitan beraktivitas ekonomi sehari-hari.

Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa

Panji menekankan bahwa pendekatan preventif jauh lebih efektif daripada kuratif. Ia mengkritik pola penanganan bencana asap yang sering kali reaktif dan baru bergerak setelah angka kesakitan melonjak drastis.

“Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, tetapi untuk mendorong langkah cepat, konkret, dan berpihak pada rakyat. Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit parah, jangan menunggu ada korban jiwa baru kita bertindak. Lindungi masyarakat Banyuasin sekarang juga,” ujarnya.

Selain mendesak pemerintah, PGK Banyuasin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk proaktif menjaga diri dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap tebal, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk, sesak napas, atau demam.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin belum merilis pernyataan resmi terkait permintaan peliburan sekolah massal dari PGK tersebut. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah sekolah mulai menerapkan kebijakan half-day atau pembelajaran hybrid secara mandiri akibat tingginya angka ketidakhadiran siswa akibat buruk nya cuaca yang sebabkan oleh karhutla.

 

(Tim Redaksi )

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *