Terobosan Ekonomi Desa Tebing Abang: 90 Persen Warga yang Hadir Setuju Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Kelapa Komersial

Kompasnewsinvestigasi. Id~BANYUASIN – Sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan aset desa terjadi di Desa Tebing Abang, Kabupaten Banyuasin. Melalui mekanisme musyawarah desa (musdes) yang digelar pada Sabtu (18/07/2026), Pemerintah Desa bersama masyarakat Dusun I berhasil mencapai kata sepakat untuk mengubah lahan tidur yang selama ini tidak produktif menjadi kawasan perkebunan kelapa komersial.

Musyawarah yang berlangsung di kediaman Kepala Desa Nuhasim ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat kunci seperti H. Arkoni MD, Masohan MD, A. Kahar, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Samsul Rizal dan Lekat Warnata. Hasilnya sangat menggembirakan: sekitar 90 persen peserta yang hadir menyatakan setuju penuh terhadap rencana tersebut.

Solusi Atas Tantangan Agraris

Kepala Desa Tebing Abang, Nuhasim, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam terhadap kondisi tanah di Dusun I. Lahan tersebut memiliki tingkat keasaman tinggi dan kandungan gas tertentu yang menghambat pertumbuhan tanaman pangan konvensional seperti padi atau jagung.

“Kami sudah berulang kali bermusyawarah mencari titik temu. Alhamdulillah, hari ini kesepakatan tercapai. Ide ini murni hasil pemikiran pemerintah desa dan masyarakat, bukan arahan dari pihak luar. Kami ingin lahan yang ‘menganggur’ ini memberikan manfaat ekonomi,” ujar Nuhasim.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan penanaman akan segera dilakukan oleh pihak ketiga sebagai pengelola, namun tetap di bawah pengawasan dan berdasarkan persetujuan penuh dari warga selaku pemilik lahan ulayat.

Peluang Ekonomi dan Dukung Program Bioavtur

H. Arkoni MD, tokoh masyarakat yang juga bertindak sebagai perwakilan pihak ketiga pengelola, menyambut positif hasil musyawarah ini. Ia melihat potensi besar dari komoditas kelapa, terutama di tengah berkembangnya industri bioavtur (bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit/kelapa) di Kabupaten Banyuasin.

“Ini adalah peluang besar bagi warga Tebing Abang maupun Banyuasin secara umum. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kebersamaan. Dengan dukungan warga, lahan tidur ini bisa bertransformasi menjadi aset bernilai ekonomi tinggi,” kata Arkoni.

Dukungan mayoritas warga muncul karena program ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan asli desa, serta menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Selain itu, langkah ini juga selaras dengan visi kabupaten dalam pengembangan energi terbarukan.

Harapan Menuju Desa Mandiri

Suasana musyawarah berjalan kondusif tanpa perselisihan. Para tokoh masyarakat berharap, dengan disetujuinya rencana ini, Desa Tebing Abang dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengoptimalkan aset lahan yang sulit dikelola.

“Semoga dengan kebun kelapa ini, kesejahteraan warga meningkat dan desa semakin maju. Ini adalah bukti bahwa musyawarah mufakat masih menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan pembangunan,” tutup Nuhasim.

Kini, seluruh tahapan administrasi dan teknis persiapan lahan sedang disiapkan untuk segera dieksekusi, menandai babak baru kemakmuran bagi warga Dusun I Desa Tebing Abang.

 

(Tim Redaksi )

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *