Kompasnewsinvestihasi. Id~Palembang – Komitmen dalam memperkuat sarana ibadah dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan Mushola Umum Cahaya Hati Suci (Nur Qolbu Muqoddas) yang berlokasi di Jl. Sulaiman Amin (Soekarno Hatta), Komplek Pemda Blok D5 No.19D, RT 39 RW 02, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Pembangunan mushola ini merupakan wujud nyata sinergi antara masyarakat dan tokoh setempat dalam menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis. Dukungan penuh diberikan oleh Bapak R. H. Sudarto, S.Sos., SH., MM, yang dengan penuh keikhlasan mewakafkan lahannya untuk pembangunan mushola sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan umat dan masyarakat luas.
Secara perencanaan, mushola ini akan dibangun dengan ukuran 8 x 16 meter serta mengusung desain atap tiga kubah/payung yang diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jamaah, tetapi juga menjadi simbol dan ikon religius di lingkungan sekitar.
Mushola Umum Cahaya Hati Suci (Nur Qolbu Muqoddas) dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan umat, serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antarwarga. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi wadah kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan.
Pemerintah setempat menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan ini. Hal tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebersamaan serta akhlak mulia.
Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, akan dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan secara resmi. Pada momentum tersebut, panitia juga berencana mengundang Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk berkenan hadir dan memberikan dukungan moril terhadap pembangunan mushola ini.
Ke depan, pembangunan mushola ini diharapkan dapat berjalan lancar dan segera rampung, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat luas serta membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.(Vina)










