Warga Lorong Cempaka Keluhkan Limbah Usaha Pempek di Jalan Radial, Minta Pemkot Palembang Bertindak Tegas

 

Kompasnewsinvestigasi. Id~Palembang, Sumsel – Warga Lorong Cempaka, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, mengeluhkan dugaan pembuangan limbah cair oleh salah satu usaha kuliner pempek yang berlokasi di Jalan Radial.

Bacaan Lainnya

Limbah tersebut diduga dibuang langsung ke parit umum tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Akibatnya, air parit menjadi keruh, berbau tidak sedap, dan dikhawatirkan mencemari lingkungan serta berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

“Air parit jadi keruh dan berbau. Kami khawatir ini berdampak pada kesehatan warga,” ujar Iyan, salah satu warga, Selasa (21/4/2026).

Menurut warga, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin meresahkan. Mereka mengaku telah melaporkan persoalan ini ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan.

Karena belum mendapat respons, laporan juga telah disampaikan kepada camat setempat hingga Wali Kota Palembang, dengan harapan pemerintah segera turun langsung ke lapangan.

“Kami berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas sebelum dampaknya semakin luas,” tegas Iyan.

Warga juga mendesak DLHK untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perizinan usaha tersebut, terutama terkait pengelolaan limbah. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain izin pembuangan limbah cair, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain itu, warga menilai pengelolaan sampah di lokasi usaha juga perlu ditertibkan, khususnya terkait pemisahan antara limbah dapur dan sampah lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Palembang melalui instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran, guna menjaga kualitas lingkungan serta kenyamanan warga.

Sementara itu, pihak manajemen usaha pempek tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum membuahkan hasil. Pada kunjungan pertama, tidak ada pihak manajemen yang dapat ditemui, dan kasir meminta agar nomor telepon ditinggalkan untuk dihubungi kembali.

Namun, hingga tiga hari berselang, tidak ada pihak yang memberikan respons. Saat didatangi kembali untuk konfirmasi lanjutan, pihak manajemen juga belum dapat ditemui.(Vina)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *