Kades Bersama Korlap dan PPL Sosialisasikan Bantuan Pestisida, Minta Distribusi Rata ke Petani

Kompasnewsinvestigasi. Id~BANYUASIN – Kepala Desa  Rantau Bayur Herujulian franata ST. bersama pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Doli martin Dan M. Ali memfasilitasi kegiatan sosialisasi yang melibatkan Koordinator Lapangan (Korlap) andi aswan SP. dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)sari yardiah. S.P.Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan secara detail terkait penyaluran bantuan pestisida atau obat pembasmi hama serta prosedur administrasi di bidang pertanian.

 

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa (KADES) Heru julian franata. ST.menyampaikan arahan penting terkait distribusi bantuan yang akan datang. Ia menekankan agar bantuan pestisida susulan dapat dibagikan secara merata kepada seluruh petani yang ada di desa tersebut.

 

“Kami berpesan kepada Gapoktan dan Poktan yang hadir, agar bantuan racun (pestisida) susulan ini nantinya bisa dibagikan rata kepada para petani. Pepatah bilang ‘tebage gale, biarpun setetes mauji bung eros’, artinya meski sedikit, asalkan adil dan merata, itu sudah sangat berarti dan membuat hati senang,” ujar Kades dalam keterangannya, jum’at (17/4/2026).

Sementara itu ketua gapoktan Doli martin, menyampaikan dari total 19 Kelompok Tani (Poktan) yang terdaftar, baru sebagian kelompok yang hadir dalam pertemuan tersebut. Oleh karena itu, kami meminta agar informasi ini dapat disampaikan kembali oleh ketua-ketua Poktan yang hadir kepada anggotanya masing-masing atau bisa ditanyakan langsung ke sekretariat Gapoktan.

 

Kades juga berharap agar suasana di lapangan tetap kondusif dan menjauhi prasangka-prasangka negatif yang tidak baik. Menurutnya, kekompakan dan kerukunan adalah kunci agar desa lebih mudah diperjuangkan dalam mengajukan berbagai usulan program dan bantuan dari pemerintah.

 

“Mari kita sama-sama menjaga kebersamaan. Jangan suka berprasangka buruk, ciptakan kondisi yang kondusif. Karena dengan suasana yang tenang dan kompak, desa kita akan lebih cepat diperjuangkan saat memohon usulan maupun bantuan lainnya,” tegasnya.

 

Ke depannya, pihaknya berharap keberadaan Gapoktan dan Poktan bisa lebih berkesinambungan dan aktif. Para anggota diharapkan tidak hanya muncul atau aktif saat ada bantuan atau proposal saja, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi dan kemajuan pertanian sehari-hari.

 

“Jangan hanya tahu menahu saat bantuan turun. Tapi harus aktif berorganisasi, berdiskusi, dan berkarya demi kemajuan bersama,” pungkasnya.(red)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *