Kompasnewsinvestigasi.Id~BANYUASIN –Rantau Bayur sabtu 26 Desember 2025 Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Kepala Desa Rantau Bayur, Kecamatan Rantau Bayur, Heru Julian Franata, ST., melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk menanam padi IP 200. Direktur Bumdes, Marhasani, mengungkapkan bahwa lahan yang digarap seluas 15 hektar dengan sumber dana sebesar 20 persen dari dana desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan, yaitu sebesar Rp172.290.000.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di Desa Rantau Bayur, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat dan berkontribusi pada ketahanan pangan di tingkat kabupaten.
Heru Julian Franata menjelaskan bahwa penanamani IP 200 didasarkan pada potensi hasil panen yang lebih tinggi dan mendukung program presiden dan program Bupati,untuk menjadikan Banyuasin sebagai lumbung pangan nomor satu nasional Selain itu, pengelolaan lahan oleh Bumdes diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa, serta meningkatkan pendapatan asli desa.

Namun sayang Tuhan berkata lain usaha yang sudah di lakukan bumdes desa rantau bayur yang saya anggap sudah mak simal dan oftimal sekali namun kegiatan kegiatan yang d motori ini belum belum membuah kan hasil dan terancam zonk~soal nya lahan seluas15 hk yang di kelola oleh badan usaha milik desa(BUMDES) terancam gagal panen di karnakan curah hujan yang terlalu tinggi dan hama tikus yang menyerang lahan pertanian milik badan usaha milik desa (Bumdes) desa rantau bayur ini,namun direktur bumdes dan tim sudah melapor kan permasalahan ini ke pemerintah Desa (pemdes) serta badan permusawaratan Desa (BPD) dan sudah di tinjau langsung oleh Bobi selaku penyuluh lapangan Desa rantau bayur (ppl) tutup kades

“Terpisah marhasani (cik ayak) direktur bumdes desa rantau bayur pada saat di comfirmasi awak media peria yang akarap di sapa cik ayak ini mengataka n,bahwasanya kami bumdes desa rantau bayur sudah berusaha maksimal dan optimal sekali dalam rangka mendukung program pemerintah namun apalah daya Tuhan berkata lain curah hujan yang terlalu tinggi dan hama tikus yang memupus kan perjuangan kami,dan kami juga sudah melapor kan permasalahan ini ke pemerintah desa (pemdes) kami sudah melapor dengan kades Badan permusawaratan Desa (BPD) pak tentang persoalan ini sesuai dengan fakta di lapangan,karna ini adalah bentuk tanggung jawab kami selaku pelaksana kegiatan, karna yang kita kelola sumber nya dari 20 persen dari dana desa pak dan kami sudah melampirkan poto dan pidio yang sesuai dengan fakta di lapangan, dan sudah di periksa langsung oleh Bobi selaku penyuluh lapangan (PPl) desa rantau bayur tutup cik ayak.
sampai berita ini di terbit kan belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait lainnya (red)









