Headline: Proyek Siring Muara Enim Pemborong Bantah Tekan Wartawan, Justru Tuding Balik dan Sebut Wartawan “Lucu”, Diduga Ada “Orang Kuat” di Belakangnya

Muara Enim, Kompasnewsinvestigasi.id – Proyek rekonstruksi siring di Kabupaten Muara Enim semakin memanas dan memicu berbagai spekulasi. Setelah pengawas proyek, Daud, yang awalnya bungkam, akhirnya memberikan jawaban melalui pesan WhatsApp, kini giliran pemborong proyek, Rizal, yang membantah tudingan melakukan tekanan kepada wartawan. Bahkan, Rizal balik menuding wartawan “lucu” dan mempertanyakan intervensi seperti apa yang ia lakukan.

Namun, di balik semua ini, muncul dugaan kuat adanya “orang kuat” yang melindungi Rizal, sehingga ia berani bersikap demikian.

Pada Minggu (07/12/2025), saat wartawan mencoba meminta izin untuk melihat proyek dan menanyakan progres pengerjaan, Rizal dengan tegas tidak memberikan izin untuk menayangkan informasi tersebut. Sikap ini semakin memperkuat dugaan adanya upaya untuk menutupi sesuatu.

Meskipun demikian, Daud, pengawas proyek, memberikan jawaban melalui pesan WhatsApp: “Baru tanggal 1 mulai kerja pak, Galian paling udah 50% pak. Gimana pak? Untuk spot lain belum tau progres berapa pak.”

Jawaban Daud ini memberikan sedikit titik terang terkait progres pengerjaan proyek, meskipun informasi yang diberikan masih terbatas.

Para penggiat kontrol sosial tetap berharap agar pihak terkait segera turun tangan dan memberikan penjelasan lebih detail terkait proyek ini. “Transparansi adalah kunci untuk mencegah korupsi,” ujar salah seorang penggiat kontrol sosial.

Sementara itu, Rizal selaku pemborong proyek memberikan tanggapan yang cukup keras melalui pesan WhatsApp. Saat wartawan menanyakan progres proyek, Rizal menjawab, “(Iyo selaso bae yo)” (Iya, selasa saja ya). Ketika wartawan kembali bertanya, “(Dak apo Ndo nanya progress bae)” (Tidak apa-apa, hanya menanyakan progres saja), Rizal menjawab, “(Kalu dk hujan gas sampe jam 11)” (Kalau tidak hujan, gas sampai jam 11).

Rizal juga menambahkan, “Siring itu 5 ruas. Progress kami sudah 15% mulai dari tanggal 1.”

Namun, Rizal kemudian memberikan pernyataan yang lebih panjang dan membantah tudingan melakukan tekanan kepada wartawan.

“[7/12, 15.07] Rizal Kontrak Tor: Lucu kali sampean pak, saya sdh transparan, data yg sampean minta saya info, kerjaan saya kebut supya siring bisa berfungsi”

“[7/12, 15.08] Rizal Kontrak Tor: Intervensi seperti apa yg sy lakukan?”

Sebelumnya, Rizal juga menyatakan:

“[7/12, 13.26] Rizal Kontrak Tor: Saya ga izinkam”

“[7/12, 13.29] Rizal Kontrak Tor: 1. Pengawas tidak ada bungkam
2. Kontrol sosial apa yg terhambat saya transparan
3. Jangan sekehendak saja. Pengawas dilapangan ngga hanya melayani tanya jawab juga dia harus chek pekerjaan orang yg bekerja. Moso iyo begitu kamu chat lsg harus dibales. Ya sabar mas”

Setelah memberikan jawaban melalui pesan WhatsApp, Rizal kemudian menghubungi wartawan melalui sambungan telepon dan menyatakan akan segera datang dari Tanjung Enim.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dan pemborong proyek belum memberikan keterangan resmi secara langsung terkait proyek rekonstruksi siring tersebut. Bantahan Rizal ini justru semakin memperkeruh suasana dan menimbulkan pertanyaan: mengapa Rizal merasa perlu membantah jika memang tidak ada tekanan yang dilakukan?

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah dugaan adanya “orang kuat” di belakang Rizal. Dugaan ini muncul karena sikap Rizal yang terkesan kebal terhadap kritik dan tekanan dari media. Jika benar ada “orang kuat” yang melindungi Rizal, maka kasus ini akan semakin sulit diungkap dan keadilan akan sulit ditegakkan.

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *